usaha ternak ayam kampung


Ayam kampung merupakan ayam tradisional Indonesia yang kehidupannya sudah lekat dengan manusia. Ayam kampung sudah menyatu dengan pola hidup agraris orang Indonesia sejak dulu.
Tingginya permintaan telur dan daging ayam kampung lebih dikarenakan rasa yang telah lekat di lidah masyarakat. Apabila ditinjau dari segi produktivitas, ayam kampung sebenarnya tidak layak diusahakan. Hal ini disebabkan produksi telurnya sedikit dan untuk mencapai umur layak jual (daging) membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan.
Keuntungannya jelas
Bila serius keuntungan usaha penetasan ayam kampung ternyata cukup menggiurkan. Saat ini harga sebutir telur ayam kampung Rp 800. Sementara harga seekor anak ayam yang baru menetas atau biasa disebut DOC (Day Old Chick), sekitar Rp 2000 perekor, berarti kalau ditetaskan untungnya lebih dari 100 % memang besar.
Mencari telur
Pada dasarnya tidak sulit asal mau telaten. Sebab, telur bisa diperoleh di kampung-kampung. Pada pemeliharaan tradisional, umumnya setiap induk melakukan perkawinan dengan ayam pejantan. Sehingga telur yang dihasilkan merupakan telur yang bertunas atau yang bisa di tetaskan. Bisa juga melalui penjual jamu gendong, dipasar-pasar lokal juga mudah ditemukan.
Mesin penetas
Mesin tetas bisa didapat dengan dua cara. Jika punya uang bisa membeli mesin tetas sendiri. Harganya antara Rp 700 ribu hingga Rp 5 juta, tergantung daya tampungnya. Untuk alat yang satu ini, banyak yang dijual disekitar Tangerang. Kalau mau menyewa bisa dicari sekitar Rawa Belong, Jakarta Barat. Akan lebih untung kalau memiliki mesin penetas sendiri dengan kapasitas yang besar. Selain dipakai sendiri, juga bisa disewakan.
Pemasaran
Tak usah bingung memasarkan anak ayam. Banyak jalannya. Antara lain melalui Koperasi Peternak ayam buras Jakarta. Atau bisa langsung bekerja sama dengan peternak ayam buras. Kalau belum puas dengan hasil anak ayam, bisnis ini bisa dikembangkan sebagai bisnis terpadu. Artinya, selain anak ayam, juga beternak ayam pedaging (broiler) dan telur.
Pakan Di buat sendiri
Siapa yang tak ingin usahanya berkembang. Untuk itu, ada baiknya seorang peternak juga menguasai pembuatan pakan. Sejak krisis berlanjut, tidak sedikit pengusaha peternakan, baik ayam pedaging maupun petelur, yang gulung tikar. Penyebabnya ya, karena sebagian besar bahan bakunya mengandalkan impor. Sementara pakan dari bahan baku lokal yang sebenarnya dari sisi kualitas tidak kalah, masih jarang dilirik peternak.
Dari pada buang duit untuk membeli bahan pakan ternak ada baiknya mempelajari kiat membuat pakan sendiri.
Pola usaha ini sudah dijalani Ekok Wakradiharjo, peternak ayam kampung yang bermukim di Jagarkarsa, Jakarta Selatan. Dengan menggunakan pakan lokal ia mampu memetik penghasilan lumayan besar. Dari 1000 ekor ternaknya, minimal setiap bulan mengantungi keuntungan Rp. 1,4 juta. Itu baru dari hasil penjualan ayam kampung pedaging. Jadi belum termasuk telur, ayam afkiran dan kotoran ayam yang belakangan ini jadi rebutan petani karena harga pupuk kimia sangat mahal. AKS (Kiriman Bambang Suharno, Bekasi).
Analisis Keuntungan (Usaha Ayam Kampung Pedaging Per 1.000 ekor per 3 bulan)
Investasi
Kandang dgn biaya perekor @ Rp. 7.000 = Rp. 7.000.000.
Biaya Lancar DOC 1.000 ekor @ Rp. 1.800 = Rp. 1.800.000.
Pakan
– Starter1 1000 kg @ Rp. 1.824,5/kg = Rp. 1.824.500. – Starter2 1500 kg @ Rp. 1.657,5/kg = Rp. 2.486.250. Vaksin dan jamu 1000 ekor x Rp. 150 x 2 = Rp. 300.000. Listrik Rp. 100.000 x 3 = Rp. 300.000. Kematian Ternak 10%= Rp. 180.000. Penyusutan Kandang (usia 4 tahun) = Rp. 145.830. ——————————————————

Total Biaya Rp. 7.036.580.
Pendapatan
Ayam ukuran 0,9 kg @ Rp. 14.000/kg x 900 ekor (mati 10%) = Rp. 11.340.000.
Analisis Keuntungan
Keuntungan bersih = Pendapatan – Biaya Lancar = Rp. 4.303.420 Catatan : Pakan untuk starter 1 digunakan dari umur 0 hari sampai 4 minggu. Selanjutnya gunakan starter 2 hingga panen sekitar umur 3 bulan. Pada saat tersebut bobot hidup sekitar 0,9 kg/ekor
Ciri umum bibit unggul
– Bagian tubuh tak ada yang rusak atau cacat. Misalnya kaki utuh dan leher lurus. Otot kempal dan kuat terutama dibagian paha dan dada. Tulangnya juga kuat
– Susunan bulu teratur,saling menghimpit dan tampak mengkilat. Kondisi bulu yang baik tersebut mencerminkan keadaan kulit yang baik pula.
– Mata cerah dan pandangannya tampak tajam.
– Gerakannya gesit yaitu mudah berontak bila dipegang.
– Ukuran badannya sedang, tidak kurus dan tidak gemuk.
– Induk jantan mempunyai jengger yang berwarna merah cerah, kepala tampak kokoh,paruh pendek,tajam dan kuat. Selain itu, keturunannya bukan berasal berasal dari anak induk betina.
– Jarak ujung tulang dada dengan cloaca (dubur) berjarak minimal 3 jari tangan

Analisis Keuntungan TELUR TETAS
Biaya Lancar :
Membeli telur tetas 500 butir x Rp 800 = Rp 400.000 Sewa mesin tetas 500 butir x Rp 100 = Rp 50.000 Biaya lain-lain = Rp 50.000 Total Biaya Lancar= Rp 500.000
Pendapatan :
500 butir x 80 % x 2000 = Rp. 800.000
Keuntungan :
Rp 800.000 – Rp 500.000 = Rp. 300.000
Kembali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: